Rabu, 08 Januari 2014

Desiderium Cordis



Gelap mengalir pekat, pertanda kau datang

Tarian kecil dari percikmu memecah sunyi

Basahi kekeringan hati yang merindu

Gelegar suaramu kian menambah girang hati

Kusambut kau dengan segala hasrat

Enggan rasanya terpisah darimu lagi

Namun kau tak datang, tak tepati janji yang kau ucap!

Kini mendekam diri, nikmati sepi yang kian merajam hati

Jiwa ini kian berontak, retak!!

Entah haruskah tetap kunanti, atau lelah sudah diri ini

Teringat kata yang selalu kau ucap “percayalah, aku selalu datang tiap kau merinduku”

Tapi diri ini mulai meragu, sungguhkah itu?

Atau hanya kata – kata penghibur untuk tenangkan hati yang penuh harap ini?

Entahlah, hanya kau saja yang tahu.


Jumat, 03 Januari 2014

Now I Feel Like Real 22 :D

Masih inget postingan saya yang "Taylor Swift - 22" ?
Seiring dengan bertambahnya usia saya kemarin, which is telat banget saya bahas karena ini udah Januari haha, tapi nggak papa kali ya. . .
Saya ngerasa spesial aja sama lagu itu, it was like she made that song special for me yang sekarang udah 22 tahun (hmmm, padahal baru kemarin saya 17 tahun deh).  

I don't know about you but i'm feeling 22
Everything will be alright if you keep me next to you
You don't know about me but I bet you want to
Everything will be alright if we just keep dancing like we're 22, 22

Yeah, now i feel like real 22!! Dari lirik itu, seolah bilang kalau usia 22 itu adalah usia saat kita benar - benar enerjik untuk melakukan segala hal. Nggak peduli betapa banyak beban yang kita miliki, kita harus tetap enjoy the life we have. Kita boleh memiliki banyak deadlines dalam hidup kita, tapi kita juga harus tetap adil terhadap diri kita. Harus bisa membagi saat mana kita harus giat bekerja atau belajar, atau saat diri kita butuh untuk dimanjakan.

Tadi pagi my roommate bilang, "Lu ngerasa nggak sih, kok kayaknya waktu sekarang berasa sempit ya?, perasaan baru kemarin gw interview bareng lu dan ternyata kita udah bareng selama 3 tahun, terus di kantor juga, barusan masuk tahu - tahu udah jam 12 aja". Memang sih saat kita menikmati waktu yang kita miliki sekarang, waktu akan terasa cepat berlalu. Tapi saat kita sedang berada disaat - saat yang "menyebalkan", kita merasa waktu berjalan lambat. Padahal sebenarnya sama aja kan ya? itu cuma tentang bagaimana kita merasakan waktu, tentang bagaimana kita menggunakan waktu yang kita punya agar terasa menyenangkan tapi juga bermanfaat.

Nah, pertanyaannya adalah seiring dengan usia saya yang udah 22 ini, "Gw udah nglakuin apa ya buat hidup gw dan orang sekitar gw?" Hmm, berat banget ya pertanyaannya. Banyak hal yang terlintas di benak saya tentang achievement apa yang udah dan belum saya raih. Jujur saya masih belum bikin list tentang apa yang mau saya lakukan di usia saya sekarang (dan sepertinya saya harus buat deh). Yang jelas saya ingin lebih produktif bikin tulisan tahun ini, nggak cuma buat tahun ini sih, tapi buat seterusnya. May be sekarang saya cuma bisa bikin coretan - coretan kecil seperti ini, who knows someday saya berhasil rilis novel pertama saya hehe (aamiiin #kenceng).


Saya tahu hidup itu harus direncanakan dan nggak bisa hanya sekedar mengalir seperti air, menurut saya kata - kata itu hanya alibi untuk orang yang nggak punya planning di hidupnya (saya termasuk nggak ya. . . haha). Well, what i want to say is, i'll live my life no matter what. Dan buat waktu yang udah saya lalui, itu semua adalah hal yang sangat berharga untuk saya sekarang dan masa depan. Banyak cerita yang bisa saya jadikan pengalaman dalam hidup saya, menjadi pembelajaran saya untuk masa depan yang lebih baik. Tempat, kejadian, ataupun orang - orang yang pernah lewat dan yang masih bertahan di hidup saya, its make everything more colourful. Saya nggak akan membiarkan di usia saya yang sekarang, hidup saya berjalan dengan flat. Saya yakin Allah bakal ngasih banyak kejutan indah buat saya di tahun ini. Sebisa mungkin saya bakal buat planning hidup saya terealisasi dengan baik. Hambatan, pasti ada tapi saya yakin bisa melewati semuanya. Say Aamin together : aamiiiin :)

Kamis, 02 Januari 2014

Pangrango Is The Second One

Haiiiiii senang sekali bisa muncul lagi :D
Bingung rasanya mau mulai dari mana, mungkin karena sudah lama saya tidak menulis. Desember ini sama sekali belum ada artikel yang saya post deh sepertinya. Kesibukan akhir tahun seperti biasa menjadi kambing hitam, tapi untunglah sekarang saya sudah agak senggang dan bisa menyempatkan diri untuk menulis kembali, menceritakan sepenggal kisah petualangan saya tanggal 25 - 26 Desember kemarin di Gunung Pangrango. Yup!! Akhirnya saya berhasil juga mendakinya bersama teman - teman kantor saya, yang menamakan diri sebagai OTOKOWOK ADVENTURE.

Sungguh banyak pengalaman baru yang saya dapat selama mendaki bersama Otokowok Adventure. Memang biasanya saya bertualang bersama Banten Backpacker(BB), tapi karena kemarin rencana ke Pangrango bersama BB gagal, jadi akhirnya saya melakukan pendakian bersama dengan Otokowok Adventure, yang bisa dibilang kebanyakan dari kami adalah pendaki amatir (termasuk saya hahaha, kan saya baru 2x ini melakukan pendakian). Tapi walaupun begitu saya bersyukur bisa berangkat dan pulang dengan selamat lengkap tanpa ada anggota yang berkurang, Alhamdulillah. . . .

Dibandingkan dengan Papandayan kemarin, Pangrango jauh lebih menantang. Jalur pendakian yang membuat kami harus melewati tanjakan, turunan, terkadang harus melompat dan memanjat, bahkan merangkak dibawah pohon - pohon yang melintang, tidak menghalangi niat kami untuk dapat meraih puncak Pangrango. Dan setelah 13 jam pendakian, sampai juga kami di puncak Gunung Pangrango. Sampai di puncak rasanya ingin sekali membaringkan badan yang lelah ini, as you know aja ya, saya adalah orang ke tiga yang sampai di puncak lho dari sekian banyak orang di rombongan kami hehehe bangga dikit boleh dong :p


"Otokowok Pose" pas semua udah ngumpul di puncak :)

Harusnya kami ber-12, "Mak ijah" disuruh ngambil foto jadi dia ga kebawa deh hohoho, sorry :)
Dan dibelakang kami seharusnya bisa kalian lihat puncak Gunung Gede, tapi saat foto ini diambil kabut sedang menutupi puncak Gede, sehingga tidak bisa terlihat.
 


  

        Dari 12 orang pendaki, memang hanya kami bertiga yang tercantik
"Yes!!We're single ladies that rock Mandalawangi"
Kata Mba Ike sih begitu :D

Foto ini juga diambil saat berada di Lembah Mandalawangi, tempat kami mendirikan tenda untuk istirahat. Foto ini diambil sebelum kami melakukan perjalanan turun.
Seperti biasa perjalanan turun menurut saya jauh lebih ringan daripada saat naik. Walaupun menurut saya lebih excited saat naik sih, dan lebih menantang juga. Saat perjalanan turun kami sempat tersesat, mungkin sekitar 1 jam kami berhenti karena menunggu teman kami yang cek jalur. Tapi untunglah kami bisa kembali ke jalur yang seharusnya. Dan pukul 16.30 kami sudah sampai kembali di pos awal keberangkatan.
Perjalanan pulang lebih banyak kami gunakan untuk tidur di bus. Pukul 2.30 saya sampai di rumah, and you know what, i gotta work too this morning!! It's all because i don't have any leave to use, jadilah saya tetap ngantor pagi itu, but it's all fun.
Saya sungguh menikmati pendakian kedua ini, saya harap masih akan ada pendakian - pendakian selanjutnya. Semoga ini bukan pendakian terakhir saya hehe (you know what, my mom got mad when see my condition after climbing mountain, and she forbid me to climb again).
See you :)

Help! I'm Stuck :(

Pernah ga sih kalian merasa, ingin menuliskan segala apa yang kalian rasakan tapi takut akan menimbulkan kesalahpahaman, ingin meng-covernya kedalam cerita lain tapi berujung stuck
Saya sedang mengalaminya sekarang, ingin rasanya menuliskan segala yang saya rasakan tentang segala hal yang belakangan sedang terjadi dalam hidup saya. Tapi saya terlalu takut, takut akan ada persepsi yang salah mengenai tulisan saya. Bahkan tulisan - tulisan itu kini sudah menjadi draft dan tinggal saya klik "publikasikan" maka tulisan itu akan terbit. Tapi entahlah, di satu sisi saya ingin orang lain tahu tentang perasaan saya, tapi di sisi lain saya takut akan konsekuensi yang akan saya hadapi nantinya. Silakan kalian menjudge saya as a coward, but i don't mind with that, really.

Entah kenapa saya sendiri merasa tidak begitu yakin dengan apa yang saya rasa sekarang, apa karena kemampuan "menetralkan sesuatu" yang saya miliki bekerja dengan cepat sehingga sebelum saya mengungkapkannya pun perasaan itu sudah lenyap. Atau karena saya tahu bahwa apa yang saya harap itu hanya sesuatu yang sulit dijangkau sehingga saya sadar dan tidak ingin memperjuangkannya lagi? Terkadang saya bersyukur karena punya kemampuan seperti itu, jadi ketika saya merasa suka dengan seseorang dan saya tahu saya tidak bisa menjangkaunya, atau bahkan ketika hati saya merasa sakit, saya akan cepat menetralkan semuanya. Tapi kadang hal itu membuat saya menjadi orang yang tidak mudah yakin akan suatu hal.

Allah yang pengasih, saya tidak tahu what next in my life, but one thing, i just wanna start a new wonderful life in this new year. Semoga apa yang sudah terjalin tidak akan terputus dan akan tetap ada sampai kapanpun.
Jika kalian bingung dengan tulisan ini, kalian tidak harus mengerti kok, sungguh. Ini hanya tulisan orang yang sedang bingung dan tidak tahu harus melakukan apa.

Selasa, 31 Desember 2013

Cerita Bersambung dulu kali yaaaa :)

Waaaaaaah bentar lagi tahun baru 2014!!! tinggal ngitung jam aja nih kayaknya :D
Jadi ceritanya, dalam rangka menyambut tahun baru, gw pengen bikin semacam cerita bersambung. Tadinya sih gw pengen menargetkan untuk membuat novel, tapi kayaknya takut ga kelar, yaah tahu sendiri laaaah mood nulis gw yang sering berantakan mendadak. Jadi ya, dari pada gw ga membuat apapun, akhirnya gw berencana untuk membuat Cerber alias Cerita Bersambung.
Gw ga tahu nanti bakal bagus atau ga, tapi paling ga gw udah mencoba untuk membuat karya fiksi yang tertunda sejak jaman kapaaaan gitu . . .tahu kan lu, waktu jaman SMP dulu gw berniat bikin novel tapi akhirnya ga kelar? hahaha
Jadi tungguin aja ya hehe
See you, hope you like it :)

Rabu, 06 November 2013

Yeah I am single, is that a problem??



Hei, entah kenapa ya, kalo kita lagi jombo itu kok kayaknya masalah banget buat orang - orang di sekitar kita. Padahal kita yang jomblo aja nggak masalah dengan hal itu, tapi kenapa orang - orang sekitar kita itu merasa berkewajiban "membantu" dengan keadaan kita yang lagi jomblo. Oke, mungkin itu karena mereka concern sama kita, mereka care sama kita, tapi kalau level care mereka sudah tahap mengganggu, bagaimana?ga enak juga 'kan?

Itu yang sekarang sedang saya alami, saya memang jomblo (tapi ini bukan lagi promosi lho yaa :p), udah hampir setahun deh kayaknya. Tapi saya enjoy kok, beneran. Saya nggak merasa uring - uringan karena melihat teman - teman saya yang lain punya pasangan, dan saya merasa hidup saya lebih tenang karena saya nggak harus ribet melakukan "kewajiban" selayaknya orang pacaran, you know what I mean laah, keuangan saya juga bisa lebih hemat (haha tahu sendiri 'kan kalau orang pacaran pasti harus punya budget lebih buat pulsa, kencan, hadiah etc.), dan yang paling penting saya jadi punya lebih banyak me time sekarang.

Tapi ternyata pemikiran saya itu nggak sama dengan teman - teman saya, mereka menganggap yang belum punya pasangan ya harus punya, dan mungkin mereka merasa harus mencarikannya. Hal itulah yang membuat mereka hobi banget menjodoh - jodohkan saya dengan kenalan - kenalan mereka. Awalnya sih saya biasa saja dan memaklumi mereka, saya anggap itu karena mereka care terhadap saya, paling saya cuma mesem - mesem saja kalau mereka ledekin gitu. Sampai sekarang ada empat orang cowok yang dijodoh - jodohin dan katanya suka sama saya, tapi ya itu, baru kata teman - teman saya, orang yang bersangkutan malah belum terlihat kalau beneran suka sama saya atau tidak. Kalau memang benar orang yang bersangkutan suka sama saya sih, oke saja, saya merasa tersanjung malah karena ternyata banyak yang nge-fans sama saya (hoho jadi berasa seleb), tapi kalau yang bersangkutan ternyata enggak dan malah merasa terganggu dengan jodoh - jodohan itu gimana? (sekali lagi) ga enak juga kan??

Oh iya, dengan jomblonya saya juga kadang bikin bingung. Bukan apa - apa ya, saya itu bingung aja, kalau misalkan ada cowok yang saya lihat gelagatnya suka sama saya, tapi saya nggak suka dia (dalam artian cinta lho ya), terus dia ngajakin saya jalan sampai berkali - kali. Awalnya sih saya menolak secara halus ya, tapi lama - lama nggak enak juga dan akhirnya saya mau dengan ajakannya, karena saya pikir saya 'kan free, sedang tidak ada ikatan dengan siapapun jadi saya bisa dong jalan dengan teman - teman saya? Yang jadi masalah adalah ketika cowok yang ngajakin saya jalan berpikir lain, dalam artian dia menganggap bahwa kalau saya menerima ajakan dia, berarti saya ada respon untuknya dan bisa jadi punya perasaan sama dengan si cowok itu. Padahal kan maksud saya hanya menerima ajakan sebagai teman. Kalau sudah begitu 'kan saya jadi nggak enak ya...takut dikira PHP doang :(

Well, what i want to say is : "love isn't what the mind thinks, but what the heart wants". Jadi kalau misalkan kita memilih / mencari pasangan, karena kita terpengaruh teman - teman kita yang sudah punya dan kita belum, padahal itu karena kita belum menginginkannya berarti itu bukan cinta, tapi tekanan hehe
Jadi carilah cinta saat kita benar - benar menginginkannya, bukan karena orang lain, tapi karena kita sendiri yang menginginkannya.
See you in my next article :)

My First Climb :D



Yay!! Akhirnya kesampean juga buat naik gunung hehehe
Yup, di pendakian saya yang pertama saya memilih Gunung Papandayan Garut. Sebenarnya bukan milih juga sih, soalnya emang karena yang punya acara ngajak kesitu jadi ya akhirnya saya ke Papandayan. Tapi kata orang - orang sih buat pemula macam saya Gunung Papandayan adalah pilihan tepat, tapiiiiii ternyata nggak tuh :/ tetap saja saya agak ngos---eh, bukan agak sih tapi beneran ngos - ngosan :(
Iyaa, saya beneran ngos - ngosan waktu naik ke puncak. Mungkin karena sudah lama saya nggak lari kali ya, jadi berasa banget capeknya. Padahal ngelihat teman - teman saya yang lain sepertinya mereka enjoy banget, bikin ngiri. Tapi ya demi harga diri ini, saya terus berjuang naik dan taraaaaa akhirnya sampai juga di camp-nya. Oh iya, sebelum sampai di tempat campingnya, kami melewati hutan mati. Kenapa disebut hutan mati?? saya juga nggak tahu pasti sih, tapi berdasarkan bukti - bukti di depan mata, saya bisa bilang disebut hutan mati karena pohon yang tumbuh disitu tidak memiliki daun alias cuma batang pohonnya doang. Bau belerang juga teramat kuat disitu, jadi jangan lupa bawa masker ya pas main kesini :) Ini  nih penampakan hutan matinya

Sampai di tempat camping saya dan rombongan langsung mendirikan tenda, karena saya masih newbie, saya paling cuma bantu - bantu narik sana sini (emang becak??) dan ini diaa tenda pertama yang saya dirikan di gunung :D (lebih tepatnya bang Tege sih yang diriin hehe)

Setelah tenda berdiri tegak acara selanjutnya bebas, makan, tidur - tiduran, ngobrol, baca buku, anything!! sore hari sebelum malam menjelang kami sempatkan mencari kayu bakar untuk acara api unggun malam nanti (Yay!!it's been long time for campfire). Acara api unggun kami manfaatkan untuk berkenalan satu sama lain, kami sharing juga tentang tempat seru mana saja yang sudah kami datangi. Api unggun selesai, waktunya tidur. Kami berencana untuk mendaki puncak Gunung Papandayan esok paginya, jadi kami tidak tidur larut. Bermalam di Papandayan ternyata cukup menggetarkan tubuh kami (Mba Ike dan saya sih lebih tepatnya, nggak tahu deh kalo yang lain, tapi kata Bang Tege dinginnya malam itu termasuk hangat, bakal lebih dingin lagi kalau musim kemarau katanya) walaupun kami sudah masuk sleeping bag dan beralaskan matras tapi tetap saja kami gemetaran sepanjang malam. Pukul 04.00 pagi kami bangun dan bersiap mendaki ke puncak. Kami selesai bersiap pukul 04.30 dan langsung berangkat.
Perjalanan ke puncak ini sukses bikin saya ngos - ngosan (lagi??) silahkan kalau kalian ingin tertawa :/
Dan sekali lagi saya mengambinghitamkan olahraga yang jarang saya lakukan, sebagai penyebab ngos - ngosannya saya saat itu. Saat itu saya baru yakin betapa pentingnya berolahraga untuk tubuh saya. Tapi tetap saja saya berusaha untuk tidak ketinggalan dari teman - teman saya yang lain, and finally, sampai juga saya di padang edelweis Gunung Papandayan :D


Tadinya kami berencana melanjutkan pendakian sampai ke puncak, tapi karena sepertinya alam mengerti kondisi saya yang sudah capek (hoho) dan memutuskan menurunkan hujan, sehingga akhirnya rombongan sayapun tidak melanjutkan perjalanan ke puncak, dan memutuskan untuk turun saja. Alhamdulillaah ... :D
Menurut saya, perjalanan turun jauh lebih menyenangkan dan saya nggak ngos - ngosan lho, malah rasanya saya bisa berjalan dengan ringan, cuma ya itu, karena habis turun hujan, jalannya jadi licin.
Overall saya sangat menikmati pendakian pertama saya ini, dan rencananya saya akan mendaki lagi (nggak kapok ceritanya :D) ke Gunung Pangrango Desember nanti, so see you in my next trip :)